Sebuah Produk Selalu Dimulai dari Sebuah Ide
Sebelum menjadi pakaian yang dapat dikenakan, sebuah kaos dimulai dari sesuatu yang jauh lebih sederhana: sebuah ide.
Ide tersebut dapat muncul dari banyak hal. Perubahan gaya hidup, perkembangan streetwear, eksplorasi siluet, material, hingga kebutuhan akan pakaian yang nyaman digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Namun di UDEI, sebuah ide tidak serta-merta menjadi produk.
Setiap gagasan perlu melewati proses untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan tetap memiliki hubungan dengan identitas yang sedang kami bangun.
Karena bagi kami, membuat pakaian bukan hanya tentang menghasilkan sesuatu yang baru.
Tetapi tentang menciptakan sesuatu yang memiliki alasan untuk hadir.
Memulai dari Konsep
Setiap produk membutuhkan arah.
Sebelum berbicara mengenai grafis, warna, atau material, kami terlebih dahulu melihat karakter seperti apa yang ingin dibangun melalui sebuah produk.
Apakah produk tersebut ingin terasa lebih minimal?
Apakah membutuhkan struktur yang lebih tegas?
Bagaimana produk tersebut akan digunakan?
Dan yang paling penting:
Apakah produk tersebut masih terasa seperti UDEI?
Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti inilah yang membantu membentuk arah desain sebelum proses bergerak lebih jauh.
Mencari Referensi, Bukan Sekadar Mengikuti Tren
Fashion tidak pernah berdiri sendiri.
Musik, seni, arsitektur, budaya jalanan, fotografi, hingga perubahan gaya hidup dapat menjadi bagian dari referensi visual sebuah brand.
Kami juga memperhatikan bagaimana contemporary streetwear terus berkembang.
Namun referensi bukan berarti menyalin apa yang sedang populer.
Bagi kami, referensi merupakan titik awal untuk memahami sebuah arah, kemudian menerjemahkannya kembali melalui perspektif UDEI.
Karena sebuah produk seharusnya tetap memiliki identitasnya sendiri.
Siluet Menjadi Bagian dari Desain
Ketika berbicara tentang kaos, desain tidak hanya berada di permukaan kain.
Bentuk pakaian itu sendiri adalah bagian dari desain.
Lebar badan, panjang pakaian, bentuk lengan, garis bahu, dan bagaimana kain jatuh ketika dikenakan dapat mengubah keseluruhan karakter sebuah kaos.
Perbedaan kecil dalam proporsi bahkan dapat membuat dua kaos dengan material yang sama terasa sangat berbeda.
Itulah mengapa siluet menjadi salah satu elemen yang perlu dipertimbangkan dalam proses perancangan.
Material Bukan Keputusan Terakhir
Setelah arah produk mulai terbentuk, material menjadi salah satu pertimbangan penting.
Jenis kain dapat memengaruhi:
- kenyamanan,
- struktur,
- tekstur,
- bobot,
- hingga bagaimana sebuah pakaian terlihat ketika dikenakan.
Gramasi juga dapat memberikan karakter yang berbeda.
Kain yang lebih ringan dapat menghasilkan pengalaman memakai yang berbeda dari kain dengan karakter heavyweight.
Karena itu, bagi kami material bukan sesuatu yang dipilih setelah desain selesai.
Material adalah bagian dari desain itu sendiri.
Dari Desain ke Sampel
Sebuah desain yang terlihat baik secara visual belum tentu memberikan pengalaman yang sama ketika diwujudkan menjadi pakaian.
Di sinilah sampel memiliki peran penting.
Sampel memungkinkan sebuah konsep dilihat dalam bentuk nyata.
Proporsi dapat dievaluasi.
Material dapat dirasakan.
Detail dapat diperhatikan.
Dan keseluruhan karakter produk dapat dilihat ketika dikenakan.
Apa yang terlihat baik dalam rancangan terkadang masih membutuhkan penyesuaian ketika berubah menjadi produk fisik.
Karena itu, proses evaluasi menjadi bagian penting sebelum sebuah desain bergerak lebih jauh.
Detail Kecil Dapat Mengubah Keseluruhan Produk
Sebuah kaos mungkin terlihat sederhana.
Namun justru pada produk yang sederhana, detail menjadi semakin terlihat.
Bagaimana bagian leher dibuat.
Bagaimana jahitan bertemu.
Bagaimana lengan jatuh.
Bagaimana material mempertahankan bentuknya.
Bagaimana keseluruhan proporsi terlihat ketika dikenakan.
Masing-masing mungkin tampak seperti keputusan kecil.
Tetapi ketika digabungkan, detail-detail tersebut menentukan pengalaman sebuah produk secara keseluruhan.
Dari Sampel Menuju Produksi
Setelah desain dan karakter produk dinilai sudah sesuai, proses bergerak menuju tahap produksi.
Pada titik ini, konsistensi menjadi penting.
Tujuannya bukan sekadar menghasilkan lebih banyak unit, tetapi menjaga agar karakter yang telah dibangun selama proses desain tetap dapat diterjemahkan ke produk akhir.
Karena sebuah desain yang baik hanya memiliki nilai apabila dapat diwujudkan dengan baik pula.
Quality Control Bukan Sekadar Tahap Terakhir
Sebelum sebuah produk sampai kepada pengguna, kualitas tetap perlu diperhatikan.
Quality control membantu memastikan produk akhir sesuai dengan standar yang ingin dipertahankan.
Namun bagi kami, kualitas sebenarnya tidak dimulai pada tahap terakhir.
Kualitas dimulai sejak keputusan pertama dibuat.
Dari pemilihan konsep.
Material.
Proporsi.
Konstruksi.
Hingga bagaimana produk tersebut akhirnya diselesaikan.
Quality is not a final step. It is part of the entire process.
Ketika Produk Sampai kepada Pengguna
Ada satu bagian dari perjalanan sebuah produk yang tidak dapat kami tentukan sepenuhnya.
Yaitu bagaimana produk tersebut akhirnya dikenakan.
Seseorang mungkin mengenakannya dengan denim.
Orang lain memadukannya dengan tailored pants.
Ada yang memilih tampilan sederhana, sementara yang lain membangun layering dengan karakter yang berbeda.
Dan justru di situlah sebuah produk mendapatkan interpretasi baru.
Sebuah ide yang awalnya berada di dalam proses desain akhirnya menjadi bagian dari gaya seseorang.
Hubungannya dengan Worn Differently.
Filosofi Worn Differently. memiliki hubungan langsung dengan cara kami melihat proses tersebut.
Kami merancang produknya.
Tetapi kami tidak ingin menentukan satu-satunya cara produk tersebut harus dikenakan.
Desain memberikan fondasi.
Pengguna memberikan interpretasi.
Karena pada akhirnya, pakaian yang sama dapat memiliki karakter yang berbeda ketika dikenakan oleh orang yang berbeda.
Worn Differently.
Sebuah Kaos Lebih Kompleks daripada yang Terlihat
Dari luar, sebuah kaos mungkin terlihat sederhana.
Beberapa potongan kain, jahitan, warna, dan mungkin sebuah grafis.
Namun di balik kesederhanaan tersebut terdapat banyak keputusan.
Konsep.
Proporsi.
Material.
Gramasi.
Konstruksi.
Detail.
Evaluasi.
Produksi.
Dan quality control.
Semua elemen tersebut bekerja bersama untuk menghasilkan sesuatu yang pada akhirnya terlihat sederhana.
Penutup
Bagi UDEI, merancang sebuah kaos bukan tentang membuat produk sebanyak mungkin.
Kami ingin setiap produk memiliki hubungan dengan identitas yang sedang kami bangun.
Mulai dari sebuah ide hingga menjadi pakaian yang akhirnya dikenakan seseorang, setiap tahap memiliki perannya masing-masing.
Karena kami percaya bahwa desain yang baik tidak hanya terlihat ketika sebuah pakaian berada di hanger.
Desain yang baik baru benar-benar hidup ketika pakaian tersebut dikenakan.
Dan setelah itu, interpretasinya menjadi milik Anda.
UDEI — Worn Differently.
FAQ
Bagaimana proses desain kaos UDEI?
Proses dimulai dari pengembangan ide dan konsep, kemudian mempertimbangkan siluet, material, proporsi, sampel dan evaluasi sebelum bergerak menuju produksi serta quality control.
Mengapa material penting dalam desain kaos?
Material memengaruhi kenyamanan, tekstur, struktur, bobot, dan cara pakaian jatuh ketika dikenakan. Karena itu, material merupakan bagian dari keseluruhan desain.
Apa fungsi sampel dalam proses pembuatan pakaian?
Sampel membantu melihat bagaimana desain bekerja dalam bentuk fisik sehingga proporsi, material, detail, dan karakter produk dapat dievaluasi sebelum produksi.
Apa hubungan proses desain UDEI dengan Worn Differently.?
UDEI merancang fondasi sebuah produk, tetapi memberikan ruang kepada pengguna untuk menginterpretasikan pakaian tersebut melalui gaya masing-masing.
Baca artikel lainnya :
Contemporary Streetwear
Worn Differently
Oversized vs Boxy Fit vs Regular Fit
Cotton Combed
GSM
Gramasi Kain
Heavyweight T-Shirt
Single Stitch vs Double Stitch
